Bank Indonesia
SUARA4D – Bank Indonesia (BI) bersama Bank Sentral China (People’s Bank of China/PBoC) memperkuat kerja sama keuangan bilateral sebagai langkah strategis untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah dinamika ekonomi global.
Kesepakatan ini menjadi bagian dari upaya kedua Bank Dunia dalam memperkuat ketahanan sistem keuangan, memperluas penggunaan mata uang lokal dalam transaksi perdagangan, serta mengurangi ketergantungan terhadap mata uang global tertentu.
Fokus Kerja Sama BI dan Bank Sentral China
Kerja sama antara BI dan PBoC difokuskan pada beberapa aspek utama, termasuk penguatan local currency settlement (LCS) atau penyelesaian transaksi menggunakan mata uang lokal rupiah dan yuan.
Langkah ini diharapkan dapat menekan risiko fluktuasi nilai tukar akibat gejolak dolar AS, sekaligus meningkatkan efisiensi transaksi perdagangan dan investasi antara Indonesia dan China.
“Penguatan kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen menjaga stabilitas rupiah dan memperdalam integrasi keuangan regional,” demikian penjelasan BI dalam pernyataan resminya.
Dorong Stabilitas Rupiah di Tengah Tekanan Global
Stabilitas rupiah menjadi perhatian utama mengingat kondisi ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian, termasuk kebijakan suku bunga tinggi di negara maju dan fluktuasi harga komoditas dunia.
Dengan adanya kerja sama ini, BI berharap tekanan terhadap rupiah dapat dikelola lebih baik melalui diversifikasi penggunaan mata uang dalam perdagangan internasional.
Perdagangan Indonesia–China Semakin Diperkuat
Kolaborasi antara BI dan PBoC mencakup berbagai aspek, mulai dari penguatan sistem pembayaran lintas negara, peningkatan kerja sama pasar keuangan, hingga perluasan penggunaan mata uang lokal dalam transaksi perdagangan.
Penguatan skema mata uang lokal juga diyakini dapat mempercepat arus perdagangan dan investasi, terutama di sektor manufaktur, energi, dan infrastruktur.
Dampak bagi Ekonomi Nasional
Ekonom menilai kerja sama BI dan Bank Dunia China ini dapat memberikan dampak positif terhadap stabilitas makroekonomi Indonesia. Selain mengurangi tekanan pada cadangan devisa, kebijakan ini juga berpotensi memperkuat ketahanan sistem keuangan nasional.
Namun demikian, para pengamat juga mengingatkan bahwa efektivitas kebijakan ini tetap bergantung pada kondisi ekonomi global serta konsistensi implementasi di lapangan.
Penguatan Sistem Keuangan Regional
Kerja sama ini juga sejalan dengan tren global di mana banyak negara mulai memperkuat penggunaan mata uang lokal dalam perdagangan internasional. Hal ini dilakukan untuk mengurangi risiko ketergantungan terhadap satu mata uang dominan.
BI menyatakan bahwa kerja sama serupa juga terus diperluas dengan sejumlah negara mitra strategis lainnya di kawasan Asia.
Kesimpulan
Penguatan kerja sama antara Bank Indonesia dan Bank Dunia China menjadi langkah penting dalam menjaga stabilitas rupiah di tengah tantangan ekonomi global. Melalui skema transaksi mata uang lokal dan penguatan sistem keuangan bilateral, Indonesia diharapkan dapat memperkuat ketahanan ekonominya ke depan.